Lambang Kepausan Yohanes Paulus II
CULTURA DI VITAFides · Cultura · Humanitas
Cultura di Vita · Culture of Life

Ada banyak cara
untuk menjaga kehidupan.

Cultura di Vita lahir dari perjumpaan dengan kenyataan: banjir, kemiskinan, anak muda, kebudayaan, iman, bangsa, hingga dunia digital. Kehidupan tidak pernah satu dimensi; karena itu kebudayaan kehidupan harus menyentuh manusia secara utuh.

Mengenal gerakan
Kolase utama Cultura di Vita tentang media, kebudayaan, kerja masyarakat, dan semangat Santo Yohanes Paulus II
01
Asal Sebuah Gerakan

Jauh sebelum bernama Cultura di Vita.

Gerakan ini berakar pada pengalaman konkret banjir Jakarta 2007. Anak muda, paroki, tenaga kesehatan dan jejaring kemanusiaan bergerak bersama. Dalam retret di Cikanyere, sebuah halaman Evangelium Vitae memberi nama bagi sesuatu yang sebenarnya sudah mereka kerjakan: cultura della vita — budaya kehidupan.

Life is Multidimensional

Manusia tidak hidup dalam satu dimensi

Membela hidup berarti merawat kehidupan badan, psikologis, ekonomi, moral, sosial dan iman. Hak hidup adalah dasar, tetapi budaya kehidupan merembes ke pendidikan, kebudayaan, relasi sosial dan martabat manusia.

Gerakan

Bukan monumen, tetapi sesuatu yang bergerak

Cultura di Vita ditempatkan sebagai gerakan: membaca kebutuhan zaman, membangun jejaring, mempertemukan manusia, lalu mencari bentuk baru agar kehidupan dapat terus bertumbuh.

“Apa yang sedang terjadi pada manusia, dan bagaimana kita membuat hidup tetap hidup?”
— Pertanyaan yang terus menggerakkan Cultura di Vita
02
Kebudayaan sebagai Jembatan

Memasuki manusia sebelum memberinya nasihat.

Akar kebudayaan Cultura di Vita membentang dari panggung teater hingga musik, pameran, buku, film dan media digital. Kebudayaan bukan ornamen. Ia adalah cara manusia mengalami kehidupan dan ruang tempat Gereja berjumpa dengan manusia.

Ilustrasi pementasan Caligula dalam perjalanan awal Yustinus Sulistiadi dan Cultura di Vita
Seni & Budaya

Dari Caligula sampai wayang

Pengalaman teater RD Yustinus Sulistiadi, musik, wayang, pameran dan film menunjukkan satu pola: pengalaman manusia dapat dimasuki melalui cerita, tubuh, simbol dan perjumpaan.

Bangsa & Dialog

Kehidupan juga berarti hidup bersama

Pancasila, kebinekaan, dialog lintas agama dan jejaring masyarakat sipil bukan jalur yang terpisah. Jika hidup multidimensional, bangsa dan kemampuan hidup bersama adalah bagian dari budaya kehidupan.

03
Reksa Digital · Webseries

Medium berubah. Pertanyaannya tetap.

Website, video, webseries dan AI adalah medan kebudayaan hari ini. Cultura di Vita masuk ke ruang digital bukan sekadar untuk hadir di layar, tetapi untuk ikut membentuk cara manusia berpikir, berelasi dan menjadi manusia.

Anton dan Nancy — Pemimpin Sekarang
Pemimpin Sekarang

Anton & Nancy membaca kepemimpinan di zaman yang berubah

Webseries menjadi salah satu bentuk produksi kebudayaan baru: cerita dipakai untuk mempertemukan gagasan tentang kepemimpinan, Gereja, Indonesia, teknologi dan manusia tanpa mengubahnya menjadi khotbah.

Baca webseries
04
Tanda Zaman Baru

Gadget, AI, dan manusia yang hidup di dua dunia.

Generasi sekarang tumbuh sekaligus dalam realitas fisik dan virtual. Teknologi membuka pengetahuan dan meruntuhkan batas geografis, tetapi juga membawa echo chamber, perubahan relasi, otoritas pengetahuan dan pekerjaan. AI memperbesar dua kemungkinan itu sekaligus.

Real + Virtual

Layar ikut membentuk manusia

Keluarga, sekolah, Gereja dan lingkungan kini berbagi ruang pembentukan dengan perangkat yang hadir hampir sepanjang hari. Identitas, bahasa, pertemanan dan konflik ikut berlangsung di sana.

Ilustrasi Cultura di Vita tentang teknologi, AI, manusia, dan perjalanan dari having dan doing menuju being
Artificial Intelligence

Dari having dan doing menuju being

Pertanyaan teknologi tidak lagi hanya tentang siapa memiliki atau memakai perangkat. AI berpotensi mengubah cara manusia bekerja, mengetahui, mengambil keputusan, bahkan memahami dirinya sendiri.